Minggu, 05 April 2015

Penutup Kepalaku "Jilbab"! Bule Mempertanyakannya.

      Tepat 1 januari 2015, saya bersama kakak "Hasmawati Yunus" namanya, melakukan sebuah perjalanan disalah satu kota yang ada di Jawa. Saya dan kakak hanya bermodalkan sebuah keinginan dan keyakinan untuk menjelajahi kota tersebut. Sebelumnya, kami tidak pernah melakukan perjalanan ditempat itu karena, memang kota asalku pun bukan dari Jawa tetapi, Sulawesi Selatan tepatnya di Kota Makassar. Saya hanya numpang nuntut ilmu dijawa (Malang). Sebelum melakukan perjalanan (travelling nama kerennya), tentunya kami mencari - cari info tentang tempat tersebut, kami searching di internet tentang rute, biaya perjalanan, dan juga tempat peristirahatan. Kami melakukan persiapan seperti itu agar diperjalanan kami tidak kebingungan dan atau tidak dibodohi seseorang.
     Setelah merasa semua persiapan telah siap, tentunya yang ditunggu-tunggu waktunya tiba, yaitu berangkat!. Saya begitu senang karena, bertambah lagi tempat yang saya jelajahi (pikirku) dan tentunya dengan Izin-Nya. Saya dan kakak berangkat naik bus, kurang lebih sekitar 5-6jam lah kami di bus tersebut. Selama di bus, saya hanya tidur (maklum hobi tidur) sambil mendengarkan musik namun, sesekali juga melihat orang sekitar karena, memahami karakterisasi itu penting. 
      Waktu berputar, dan terus berputar. Dan tahukah kau, akhirrrnnyyaa saya dan kakak tiba dikota tersebut. Tapi, berhubung waktu itu telah memasuki subuh "04:15 WIB" maka, sebelum melanjutkan perjalanan lagi, saya dan kakak mencari mushollah untuk sholat (ceritanya sok alim gitu). Kami melanjutkan perjalanan lagi dengan menaiki bus agar sampai ketempat wisata yang kami idam-idamkan. Selama diperjalan, saya memperhatikan daerah sekitar sembari memahami kegiatan orang-orang kota tersebut (sok mengerti gitu). 
        Finally, kami pun tiba ditempat itu. Tempat yang dari dulu saya impikan untuk menjajakan kaki ditempat itu. Tempat tersebut banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Tentunya, tidak lengkap perjalanan jika tidak berfoto - foto (gifo banget dah). Setelah puas foto-foto, kami istirahat. Cuaca waktu itu sungguh panas banget tapi, turun hujan (gak aneh kok). Pokoknya, setelah puas berkeliling ditempat itu, saya kemudian balik ke terminal tempat naik bus untuk melanjutkan conclusi ngebolang (perjalanan) lagi bersama kakak. 
       "11:05 WIB" Ditempat naik bus, banyak bapak-bapak yang sedang berdiri maupun menikmati secangkir kopi. Saya dan kakak bertanya kepada bapak-bapak tersebut "bus nya datang kurang lebih 15 menit lagi mbak, tunggu sebentar aja, ibu-ibu yang disana pun juga menunggu" jawab bapak itu. Tak lama menunggu, ada juga dua bule (orang luar negeri) dengan gaya nyentrik (pikirku saat itu) menunggu bus. Sungguh, cuaca saat itu panasss banget. 
          Busnya datang "kata bapaknya", saya dan kakak pun segera naik ke bus yang kecil, bus yang sudah tua menurutku hingga baunya sedikit membuat pusing (maaf, itu yang terasakan). Didalam bus tersebut hanya ada empat orang termasuk pak sopir. Saya mengambil posisi duduk paling depan, dekat pintu ketika orang - orang naik bus, saya ingin mendapatkan udara karena cuaca saat itu panas terik menggoda (yang kurasakan). Tak lama kemudian, dua bule perempuan yang menunggu tadi, segera menaiki bus yang sama yang kami naiki. Saat naik bus tersebut, salah satu dari mereka memandangi saya dan kakak dengan tatapan yang tak biasa orang memandang (cieelah sok ngerti aja). Dia memandang sembari berkata kepada temannya "what are they wearing? Why they closed head? is not that hot?". Saya langsung menengok ke bule itu dengan rasa kaget tentunya. "they are muslims" jawab temannya sambil menjelaskan lagi. Ada sedikit perasaan lega saat teman yang satunya tersebut menjelaskan tentang "muslim (menurut mereka)". Saya mendengar apa yang mereka katakan didalam bus yang begitu panas nan kecil tersebut. Saat saya mendengar percakapannya (sok ngerti bahasa inggris), saya hanya diam sambil memperhatikan mereka (bukan niat buruk loh), melihat bahasa tubuh mereka tentunya hati jadi terasa aneh mendengar percakapan mereka. Saya begitu memperhatikan mereka hingga muncul pemikiran dibenak seketika waktu itu "apakah dinegara mereka tak ada orang muslim? apakah mereka tidak mengetahui apa itu jilbab? apakah mereka begitu heran saat melihat orang yang menutup aurat (seperti saya dan kakak) walaupun panas?". Ahh, tiba-tiba saya hanya bisa diam dan mendengar musik melalui headphone, mendengar lagu sembari memperhatikan daerah sekitar, tentunya bule itu juga saya perhatikan. Bule itu mengenakan baju yang serba terbuka (mungkin karena panas), bajunya pendek layaknya baju dalam, celananya pendek diatas lutut, dan rambutnya terikat mungkin karena panas. Sambil menunggu penumpang yang lain, beberapa menit kemudian, bule itu turun dari bus untuk membeli minum dan cemilan. Bule itu sangat diperhatikan oleh bapak-bapak yang ada disekitar, para bapak - bapak itu begitu memperhatikan dari atas sampai bawah tubuh bule itu namun, bule itu malah tertawa kegirangan bahkan loncat-loncat gak jelas (salting diperhatiin mungkin yak) hehehe, hingga tubuh bagian depannya seakan untuk pemandangan hal layak (maaf). Mata para bapak-bapak itu tak pernah lepas dari tubuh bule yang mengenakan baju seksi (kataku) itu, memperhatikannya sungguh membuatku ilfil. Eeiitss, saya ilfil bukan karena iri atau apa loh yah. Tapi, sungguh saat itu, saya hanya bisa berbicara dalam hati, saya akhirnya sadar kenapa saya dan kakak, didalam agama diwajibkan mengenakan penutup kepala (jilbab). Saya sadar kenapa orang tua begitu menghargai jikalau kami mengenakan jilbab yang benar, walaupun ketika dingin, hujan, ataupun terik panas (seperti saat itu) sekalipun. Mempertahankan jilbab itu adalah suatu kewajiban yang Dia wajibkan. Sang Maha Pencipta pun telah menuliskannya didalam Al-Quran mengenai kewajiban tersebut ini. Saya sangat bersyukur kala masih bisa mempertahankan kewajiban tersebut bukan malah menjadi orang yang kecewa karena tidak bisa memperlihatkan rambut indah, dan mempertontonkan keelokan tubuh. 
       Bukan, saya bangga karena jikalau saya tak mengenakan pakaian yang diwajibkan mungkin nasib saya sama seperti bule itu, jadi penikmat mata bapak - bapak yang mana bukan mahram (maaf). Saya tahu, sebagian besar orang luar menurut mereka menutup aurat itu hal aneh (seperti yang bule perbincangkan) tapi, inilah kewajiban dari Sang Maha Kuasa, inilah tanggung jawab saya sebagai perempuan yang begitu banyak dititipkan tubuh ini, karena dititipkan tentunya saya harus bertanggung jawab menjaganya hingga telah Tuhan berikan seseorang yang pantas untuk melihat aurat ini, bukan malah mempertontonkan aurat ini kepada orang yang belum kita kenal dan bukan mahram. 
      Saya dan kakak pun juga bukan orang yang alim-alim banget tapi, kami mengerti keimanan dan keyakinan yang harus dijaga sebagai perempuan, sekalipun orang memandang aneh. Yah, selama kami tidak menyalahi akhlak dan aqidah, yah kami fine-fine aja dengan hidup ini. Saya merasa belum betul juga sih dalam mengerti kewajiban muslimat bahkan saya termasuk orang yang sering menyalahi aturan hehhe tapi, saya hanya berharap agar kedua bule yang saya temui selama perjalanan itu juga bisa mengambil hikmah saat mereka melakukan travelling (yang jadi sorotan). Amiinn.
Itulah jilbab dan travelling yang selalu dan wajib harus dipertahankan. Itulah mengapa conclusi bolang bukan mengenai perjalanan saja tapi, mengambil hikmah perjalanan. hehehehe      

Terkuatkan layaknya "Pohon Pinus"



         Awal tahun, yah waktu itu telah memasuki awal tahun 2015. Saya pergi untuk melakukan perjalanan (kata kerennya travelling) ke salah satu tempat wisata yang ada di Malang, tempat saya kini menuntut ilmu. Saya pergi ke tempat itu untuk menghilangkan rasa penasaran. Tempat itu dekat dengan parahlayang, rumah kayu namanya tapi, saya memanggilnya rumah pohon karena, dipohon pinusnya tersebut dibangun sebuah rumah.
         Sebelum memasuki tempat yang benar - benar diinginkan, saya dan teman - teman tentunya foto - foto dulu. Tak lama kemudian, saya memasuki area rumah pohon untuk foto - foto (niat awal). Sebelum masuk, tentunya tak lupa membayar administrasi (5000/orang). Setelah membayar, saya pun memasuki area rumah pohon tersebut, hati saya sangat gembira pada saat itu entah karena tidak pernah melihat bangunan itu atau saya yang aneh tapi, entahlah. Di rumah pohon tersebut saya bercengkrama dan berfoto - foto bersama teman - teman, tentunya dengan kehebohan yang tercipta. Sambil merasakan kehebohan, saya melihat pemandangan sekitar karena, sungguh indah (menurut saya). Di setiap pohon, terdapat satu rumah yang dibuat. Saat itu ada empat rumah yang tersedia. 
        Setelah puas berfoto - foto tentunya tidak cukup jika hanya foto pada satu rumah saja. Kami pun melanjutkan langkahan kaki ke rumah pohon lainnya.
       Tepat dirumah pohon terakhir yang kami singgahi, entah kenapa saya begitu takjub, saya begitu terpesona dengan pemandangan yang diberikan. Sejenak saya terdiam sambil memperhatikan daerah sekitar. Saat saya memperhatikan pemandangan sekitar, tiba - tiba saya terhening dan muncul suatu pemikiran diotak saya. Ini adalah pohon pinus "kataku", pohon pinus yang tinggi, besar, dan kuat dalam pertumbuhannya. Saya berada diatas, berdiri dipohon pinus tersebut. Sembari berdiri, saya langsung berkata pada diri sendiri ini "mungkin benar hukum alam yang telah ada, bahwa semakin tinggi pohon yang terciptakan maka semakin kencang pula angin yang menghampiri dan mengacaukannya namun, satu hal yang perlu diketahui bahwa pohon dapat bertahan jika dapat menahan angin tersebut, dan juga apabila pohon tersebut tumbuh besar nan kuat. Nah, begitu pula dengan kehidupan yang sedang kita jalani sekarang, semakin tinggi kesuksesan yang kita raih, yang kita gapai, maka semakin banyak orang yang berusaha menjatuhkan kita tapi, kita bisa bertahan tanpa termakan dengan goyangan tersebut jika kita kuat dan mempercayai yang menCiptakan kita. Tentunya tak lupa juga, diketinggian tersebut selalu ada keindahan yang tercipta.
       Hiduplah layaknya pohon pinus tersebut namun, tetap rendah hati karena ada Sang Kuasa yang melihat.    

Sabtu, 28 Maret 2015

Rindu Dia - 01:25

             Entah apa yang terasa ditengah malam ini, rindu yang begitu hebat menghampiriku. Ditengah kesendirian dalam ruang berbentuk persegi panjang kuseketika terdiam, pena dan kertas seketika kutinggalkan. Kuterdiam, termenung merasakan hebatnya rindu malam datang secara berkepanjangan. Yah, kutau arti rindu ini, kutau rindu ini tak akan pernah berhenti. Rindu macam apa lagi ini? ku tak pernah merasakan rindu yang seketika meneteskan air mata. Begitu hebatnya yang kurindukan sehingga begitu mampu membuat hati dan fikiranku tercengang.
            Dia yang kurindukan yah siapa lagi jika bukan Dia. Dia membuatku hidup, Dia yang membuatku bangkit, Dia yang mengajarku melihat dunia, Dia yang selalu mengerti setiap langkahku, Dia dan Dia. Dia yah hanya Dia. Siapa lagi kalau bukan Dia seorang Mama yang begitu hebat membuatku ada di dunia ini. Dia yang malam ini membuatku merasakan begitu hebatnya kerinduan itu. Yah, Dia yang kurindukan temani lelapku, temani pagiku hingga temani malamku. Dia yang kurindukan masakannya, Dia yang kurindukan suapannya, Dia yang kurindukan pelukan dan suara nasehatnya, Dia yang kurindukan canda tawanya, Dia yang kurindukan ketegasannya, Dia yang kurindukan perhatiannya. Maaf dan terimakasih ter-untuk Dia.
            Tepat tanggal 31 Januari 1994 dihari senin, Dia melahirkan dan membawa seorang putri yang tak mengerti apa-apa masuk ke dunia, putri kecil itu hanya mengerti akan adanya tangisan, akan tangisan yang putri itu suarakan. Berkat tanggal dan kejadian itu, tanggung jawab Dia bertambah lagi, tanggung jawab Dia sebagai hamba, tanggung jawab Dia sebagai wanita yang mencintai akhlak, tanggung jawab Dia sebagai istri, dan tanggung jawab Dia kepada anak dan keluarga. Dia menemani putri itu tumbuh kembangnya, Dia menemani putri itu dengan tangan halus, hangat, nan sucinya. Ketika putri kecilnya itu beranjak mengenal dunia pendidikan Dia rela kepasar untuk membelikan tempat nasi, tempat air, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan putri kecil itu untuk masuk pendidikan TK. Dia rela meninggalkan waktu kerjanya ketika siang itu demi melengkapi kebutuhan putrinya. Dia tak pernah mengeluh walaupun Dia harus membagi waktu 24jam demi tanggung jawab yang Dia emban. Dia super woman (kataku), Dia pahlawan wanita yang selalu ku agung-agungkan.
         Ketika keluarga harus pindah tempat tinggal menuju kota yang lebih besar demi mementingkan pendidikan sang anak - anaknya dan kerjaan seorang suami (bapak, panggilku). Dia tetap rela kesekolah putrinya untuk menemani dan memperhatikan bahwa putrinya benar - benar aman. Kadang, dalam sebulan Dia selalu bertemu guru putrinya hanya untuk menanyakan keadaan putrinya disekolah.
         Waktu berjalan dan berputar pada porosnya begitu cepat, putri itu tumbuh begitu cepat. Putri itu masuk SMP dan aktif mengikuti organisasi yang ada disekolahannya, putri itu kadang membuat Dia dan Suami (bapak, panggilku) khawatir karena lebih sering berada disekolah hingga petang dan malam. Namun, kekhawatiran Dia, selalu Dia balut dengan nasehat yang menenangkan putrinya. Dia hanya selalu berpesan berbuat baik, dan jangan lupa berlaku layaknya wanita. Dia selalu memberikan kepercayaan kepada putrinya itu, Dia selalu memberikan kesempatan putrinya untuk melihat dunia. Terimakasih hanturku.
          Ada yang tak bisa putri itu lupakan, sampai kapanpun putri itu tak pernah lupakan. Ketika Dia yah Dia membuatkan sarapan untuk putrinya, ketika Dia dengan hangatnya memberikan suapan sarapan pagi kepada anaknya, Dia memberikannya dengan penuh kehangatan sembari menasihati putrinya yang telah beranjak duduk di bangku SMA, lagi - lagi Dia berkata belajar yang baik. Dia rela menyisahkan waktunya ketika pagi untuk melihat anaknya sarapan sebelum berangkat sekolah, Dia selalu mensupport anak - anaknya selama masih berada dijalan lurus, dijalan yang Allah Ridhoi, Dia tak pernah lupa untuk mendo'akan anaknya, tak pernah. Difikiran Dia hanya pendidikan dan akhlak anak - anaknya, apapun rela Dia lakukan demi memberikan yang terbaik untuk anaknya walaupun kadang suara putrinya tak pantas untuk didengarkan. Maafku sungguh.
            Kini, Dia hanya bisa berkomunikasi jarak jauh dengan putrinya tersebut, Dia hanya bisa mendo'akan dan menasihati putrinya via telepon. Tapi, hal itu tak ubahnya seorang putri tersebut menjadi anak yang dewasa walaupun kadang manja itu menghampiri. Putri itu kini tumbuh menjadi dewasa (menurutku), menjadi putri yang harus seperti Dia, putri yang berjuang demi membahagiakan Dia, putri yang selalu mencurahkan keluh-kesahnya via telepon, putri yang selalu berjelajah, putri yang ingin hidupnya penuh dengan kebaikan dan keimanan (seperti yang diajarkan), putri yang ingin hidup dengan akhlak yang tak pernah gugur, putri itu hanya bisa menulis dan membuatkan video untuk Dia ketika putri itu merindukan Dia.
           Kini, hanya kata maaf dan terimakasih yang sungguh luas dapat ku ucapkan sebagai putri Dia, ku hanya bisa berdo'a sebagai anak perantauan, ku sebagai putri hanya bisa mengharapkan selalu kesehatan Dia, Dia yah Dia yang sedang berada dikota kelahiran. Putri itu saat ini dan kedepannya hanya bisa melangkah atas Ridho Sang Kuasa agar bisa seperti Dia, seperti wanita yang bisa segalanya (kataku). Putri itu selalu bangga karena tak akan pernah menjadi pembohong ketika berbicara dengan Dia, putri itu selalu menceritakan apapun yang putri itu rasakan dan kerjakan, putri itu selalu meminta izin kepada Dia, kepada Dia yang putri itu hormati dan hargai. Putri itu, sekarang melangkah selalu melangkah atas izin Dia selama tak melanggar akhlak dan aturan agama Sang Khalik.
Maaf dan Terimakasihku, teruntuk Dia.
DiaKu, DiaKu yang tak pernah lepas dari raga.

Selasa, 24 Maret 2015

Pagi Itu? Tercipta Kerinduan! "170315"

          Kini anak kecil cerewet nan manja itu merasakan hebatnya kerinduan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Yah, dia merindukan hangatnya perhatian dan nasehat keluarga ketika ingin memulai aktivitasnya dan ketika malam tiba dia ingin mencurahkan keluh kesahnya bersamaan dengan diberikannya tatapan dan pelukan kasih sayang orang tua pada anak yang selalu mereka anggap manja nan cerewet itu.
          Karena dia sudah begitu lama terbiasa dengan pengambilan keputusan atas dorongan keluarga. Dia tak memikirkan apakah nantinya itu sulit atau mudah, dia tetap berjalan atas keyakinan dan pengambilan hikmah disetiap langkah anak kecil nan manja itu. Dia hanya terus berjalan tanpa memikirkan apapun karena, ada seorang ibu yang siap memberinya kecupan dan pelukan serta siap memberikan ketulusan.
          Karena ada orang tua yang ketika pagi dan malam datang, dia masuk ke kamar anak kecil itu untuk melihat, bertanya bagaimana dan mengapa lalu memeluk anak kecil itu. Bahkan hingga tumbuh ke umur yang dikatakan dewasa itu, anak itu masih saja mendapatkan kecupan dan pelukan yang mungkin orang lain katakan aneh tapi orang tua dan anak kecil itu telah membuatnya menjadi kebiasaan.
           Dan kini anak kecil nan manja itu sedang berjuang, yah sedang berjuang tuk bangun dan mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Walau kadang ditengah perjalanan, kadang dia meneteskan air mata menghadapi dunia yang begitu kejam. Dia tetap berusaha, berusaha, dan berusaha meneruskan perjalanannya atas tuntunan Sang PenciptaNya karena, dia akan tetap dan selalu menaruh keyakinan dan keimanan dihatinya. Semoga hingga waktunya tiba, anak kecil nan manja itu dapat melihat dan berdiri tegak melihat perjuangan mimpi besarnya. Ammiinn Ya Rabbal A'lamin..

Selasa, 10 Maret 2015

Seandainya dan Layaknya..! "Bunga Putri Malu"

     Kemarin, yah kemarin saya pergi melangkahkan kaki ke suatu tempat survei untuk kegiatan camp. Salah satunya tempat yang saya hampiri bersama teman-teman yaitu ke kuburan. Di kuburan kami mencari tempat untuk JJM (Jalan Jalan Malam), hal ini biasa dilakukan ketika pengambilan scraft dalam organisasi. Pada saat dikuburan tersebut, saya melihat banyak tanaman, salah satunya bunga Putri Malu. Saya merasa senang karena, bunga tersebut sudah tak pernah kujumpai lagi setelah selesai SMA padahal, bunga itu bukan termasuk bunga langkah atau mungkin mata saya saja yang kurang memperhatikan alam sekitar, tapi entahlah. 
       Ketika melihat bunga putri malu itu, tiba - tiba terlintas difikiranku, "apakah pada tanaman ini memiliki sesuatu yang spesial sehingga harus dikatakan putri malu?", sebagaimana diketahui jika putri itu sosok yang benar-benar dikagumi dalam negeri dongeng dan dunia nyata apalagi ketika dia memiliki rasa malu maka dia semakin terhormati. Tapi, itu semata kafilah pemikiranku saja. Entahlah, itu benar atau salah. Setelah saya melihatnya, saya menyentuhnya tentunya saya sudah tahu bahwa bunga tersebut daunya akan tertutup. Daunnya tertutup sehingga bentuknya beda dari daun awalnya. Saya pun menyentuhnya beberapa kali. 
        Ketika menyentuhnya, tiba - tiba terlintas sesuatu dibenak ini dan saya pun berkata kepada salah satu teman "Putri malu, yah namanya putri malu. Andai saja perempuan-perempuan di Negara ini seperti mereka (dibaca: daun) yang memiliki rasa malu tinggi, apalagi ketika dia disentuh dia akan merasa aneh, tentunya di Negara ini tak akan terjadi kejadian yang begitu merendahkan wanita di negera ini". Tersenyum temanku balasnya.
         Entahlah, pemikiranku ini benar atau salah tapi, ketika melihat dan menyentuh bunga tersebut pemikiranku seakan menghajarku karena, melihat para kaum hawa dan lainnya diluar sana yang menghadapi dunia keras sudah melupakan akhlak bahkan seakan saudara sekaumku (dibaca: hawa) sudah tak merasa malu lagi mempertontonkan auratnya, dengan mudahnya melakukan zina didepan khal layak, bahkan harga diri mereka seakan tak ada lagi. Naudzubillah...!
      Apakah mereka begitu mudahnya dihancurkan oleh dunia yang memiliki berbagai macam musim di negara ini? seperti musim kemarau dan musim hujan, sehingga diri mereka belum siap menghadapi perpindahan musim itu? Mereka seakan begitu mudah tergiurkan oleh tawaran menyesatkan. Seakan tumbuhan lebih berakhlak dibanding manusia "maaf, tapi fakta".
      Andai saja para kaum hawa mempercontohkan kehidupan ini layaknya putri malu, mungkin di Negara ini jauh dari fakta lapangan yang mengatakan bahwa "perempuan nakal" dan merekapun seakan malu ketika aurat mereka terombang - ambing serta zina pun akan mereka jauhi. Tentunya, jika mereka layaknya putri malu mungkin kata - kata hina seperti ""cabe-cabean" tak akan mungkin tercipta.
       Semoga kaum hawa pun di dunia ini dapat seperti bunga putri malu itu. Semoga para kaum hawa termasuk saya dapat menyadari bahwa, "jangan sampai akhlak tumbuhan lebih baik dibanding manusia"! Amiinn

Jumat, 27 Februari 2015

Memandang Kesuksesan Melalui Sumbu "x,y" (Matematika)

Nur Haeni Yunus

       Pada pembelajaran matematika sewaktu SD, SMP, SMA maupun perkuliahan, dikenalkan dengan sumbu "x,y" yang mana angka 0 (nol) sebagai titik pusat atau konstantanya. Pada sumbu "x,y" tersebut itupun memiliki angka negatif yang dibatasi oleh 0 (nol). Dapat digambarkan sumbu tersebut sebagai berikut :
Asumsikan:
       Pada sumbu diatas, dapat dilihat teori permisalan, yaitu dimisalkan pada sumbu "y" hingga kebawah ditaruh diri manusia yang sekarang ini menyibukkan diri untuk kesuksesan dan kebahagiaan. Pada samping kiri sumbu "y" merupakan angka negatif yang mana dimisalkan masa lalu manusia. Pada samping kanan sumbu "y" merupakan angka positif yang dimisalkan masa depan manusia. Dari sini dapat diambil suatu pernyataan yang mana ketika seseorang entah muda maupun tua ditanya mengenai pencapaian (kesuksesan) hidup mereka, rata - rata masih bingung memikirkan apakah untuk saat ini mereka sudah sukses atau belum?. Dari gambar sumbu "x,y" dan yang telah dimisalkan, saat ini sebenarnya manusia telah SUKSES untuk dan dalam hal keinginan pencapaian dimasa lalu. Sehingga, manusia hidup sekarang, hari ini, dan detik ini sudah dapat dikatakan sukses dengan pencapaian dari masa lalu. Namun, semuda apapun, setua apapun diri ini, manusia belum dapat sukses dengan pencapaian atau keinginan dimasa depan karena, pencapaian tersebut itupun semakin meningkat seiring berjalannya waktu hingga diri ini telah dipanggil Sang Maha Pencipta.
      Sehingga, dapat disimpulkan bahwa manusia hari ini telah sukses atas keinginan dari masa lalu namun, manusia belum sukses atas keinginan masa depan.

Contoh:
            Sinta sekarang berumur 23 tahun dan bekerja sebagai guru TK. Ketika Sinta duduk dibangku SMP dan SMA banyak keinginan yang Sinta ingin capai. Salah satunya kuliah dijurusan Matematika (sumbu "x" negatif). Setelah lulus SMA akhirnya Sinta diterima sebagai mahasiswi jurusan matematika. Dengan umur yang sekarang, Sinta telah menjadi orang sukses dimana dia telah lulus dan telah menjadi sarjana matematika (angka "0" nol) namun, diumur yang sekarang ini Sinta ingin agar segera menaikkan haji orang tuanya (sumbu "y" positif). Hal inilah yang dikatakan pencapaiaan masa depan yang diumur sekarang belum tercapai (belum dikatakan sukses "sumbu "). 

Kamis, 26 Februari 2015

Melangkah Sepertimu

 
        Ada kebahagiaan di pagi itu, bahagia yah bahagia namanya. Sepotong kertas bertuliskan nama dari negara orang cukup menghadirkan yang namanya bahagia. Mungkin bagi orang lain ini terlalu norak, terlalu biasa tapi, justru apa yang dianggap orang itu biasa ku menganggapnya luar biasa karena kadang apa yang terlihat kecil suatu saat dimasa depan itu akan terlihat jelas. Setidaknya kiriman dari mbak asma ini yang sedang menjalani PKL mengubah pagiku, mengubah hariku. Hariku yang penuh dengan angan - angan dan cita - cita di logika dan kalbu semakin bertambah memenuhi ruang yang terjangkau oleh langkah kaki kanan kiri. Memulai memulai, bangkit dan bangkit, bangun bangun.... Itulah sekarang yang terdapat dikafilah pemikiran agar kubisa melangkah lebih cepat lagi. Melangkah yah melangkah, ku akan terus melangkah namun tetap memperhatikan apa yang ada disekitar karena sensitifitas akan selalu berada diraga. 
     Ku tak tahu apakah yang Menciptakan akan selalu meRidhoi setiap angan dan langkah ini tapi, keyakinan, kepercayaan, dan semangat akan selalu memenuhi ruang tubuh ini karena Dia Hidup, Dia Hadir, Dia Melihat, dan Dia Merasakan apa yang terjadi pada raga dan tubuh ini.
       Ku ingin yah kuingin melangkah dengan keRidhoanmu, ku ingin mengelilingi setiap ruang dan waktu yang ciptakan. Berikanku kesempatan :)

Rabu, 25 Februari 2015

Bait yang telah menjadi melodi



Teringat semua akan kebahagiaan yg engkau beri
Engkau hanya ingin melihat ku bahagia
Tanpa ada kekecewaan yg terlihat diwajah ini
Semua yang kuinginkan engkau berusaha mewujudkannya
Tanpa melihat dan merasakan kerasnya hidup ini
            Mama bapak terima kasih karena telah menjadikanku
            Menjadi anak yang seperti ini walaupun terkadang
            Kalian ku kecewakan dengan sikap dan tingkah lakuku yang tak wajar
            Mama akan kujalani hidup yang telah Tuhan berikan
            Dan tak akan pernah ku kecewakanmu.
Tempat yang berbeda tak akan membuatku goyah
Untuk melihatmu tersenyum karena do’a restumu
Ku bisa melangkah sejauh ini
Do’a kita bersama, inilah yang akan selalu menyatukan kita
I LOVE YOU MOM
            Bapak, meski dirimu lebih duluan telah dipanggil oleh Sang Pencipta,
            Itu bukanlah penghalang untukku mencintaimu….
Mama Bapak Terimakasih
Mama Bapak U Hibbuka
Mama Bapak We Love You Forever

Radio

Dibawah langit yang sejuk
Aku mendengar suara penyemangatku
Setiap ku melihat keatas
Ada dunia indah menyejukkan hati
Seakan membuatku semangat lagi
Alunan musik yang kudengar ini obat dari kelelahanku
Semoga kelelahanku ini diridhoiNya
*Aminn

Canda Tawa + Kesederhanaan = Bahagia

Menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain, itulah salah satu cita - cita yang harus kita tanamkan sebagai manusia berakal. Berbagi dengan mereka memberikan kepuasaan tersendiri. Ku mulai menyadari makna dari kesederhanaan dan canda tawa yang tulus.

Terfikirkanku dimalam hari

Bukan, bukan penjelajahan fatamorgana yang kuinginkan
Bukan, bukan kesenangan sesaat yang kuinginkan
Bukan, bukan keangkuhan dan kesombongan yang kuinginkan
Bukan, bukan ke5 indera titipan ini yang mudah tergoyah waktu kuinginkan
Cukup,cukup pengertian dan pengetahuan saja yang ingin kuciptakan melalui teorema sehingga kutau ruang denting yang engKau ciptakan.