Selasa, 10 Maret 2015

Seandainya dan Layaknya..! "Bunga Putri Malu"

     Kemarin, yah kemarin saya pergi melangkahkan kaki ke suatu tempat survei untuk kegiatan camp. Salah satunya tempat yang saya hampiri bersama teman-teman yaitu ke kuburan. Di kuburan kami mencari tempat untuk JJM (Jalan Jalan Malam), hal ini biasa dilakukan ketika pengambilan scraft dalam organisasi. Pada saat dikuburan tersebut, saya melihat banyak tanaman, salah satunya bunga Putri Malu. Saya merasa senang karena, bunga tersebut sudah tak pernah kujumpai lagi setelah selesai SMA padahal, bunga itu bukan termasuk bunga langkah atau mungkin mata saya saja yang kurang memperhatikan alam sekitar, tapi entahlah. 
       Ketika melihat bunga putri malu itu, tiba - tiba terlintas difikiranku, "apakah pada tanaman ini memiliki sesuatu yang spesial sehingga harus dikatakan putri malu?", sebagaimana diketahui jika putri itu sosok yang benar-benar dikagumi dalam negeri dongeng dan dunia nyata apalagi ketika dia memiliki rasa malu maka dia semakin terhormati. Tapi, itu semata kafilah pemikiranku saja. Entahlah, itu benar atau salah. Setelah saya melihatnya, saya menyentuhnya tentunya saya sudah tahu bahwa bunga tersebut daunya akan tertutup. Daunnya tertutup sehingga bentuknya beda dari daun awalnya. Saya pun menyentuhnya beberapa kali. 
        Ketika menyentuhnya, tiba - tiba terlintas sesuatu dibenak ini dan saya pun berkata kepada salah satu teman "Putri malu, yah namanya putri malu. Andai saja perempuan-perempuan di Negara ini seperti mereka (dibaca: daun) yang memiliki rasa malu tinggi, apalagi ketika dia disentuh dia akan merasa aneh, tentunya di Negara ini tak akan terjadi kejadian yang begitu merendahkan wanita di negera ini". Tersenyum temanku balasnya.
         Entahlah, pemikiranku ini benar atau salah tapi, ketika melihat dan menyentuh bunga tersebut pemikiranku seakan menghajarku karena, melihat para kaum hawa dan lainnya diluar sana yang menghadapi dunia keras sudah melupakan akhlak bahkan seakan saudara sekaumku (dibaca: hawa) sudah tak merasa malu lagi mempertontonkan auratnya, dengan mudahnya melakukan zina didepan khal layak, bahkan harga diri mereka seakan tak ada lagi. Naudzubillah...!
      Apakah mereka begitu mudahnya dihancurkan oleh dunia yang memiliki berbagai macam musim di negara ini? seperti musim kemarau dan musim hujan, sehingga diri mereka belum siap menghadapi perpindahan musim itu? Mereka seakan begitu mudah tergiurkan oleh tawaran menyesatkan. Seakan tumbuhan lebih berakhlak dibanding manusia "maaf, tapi fakta".
      Andai saja para kaum hawa mempercontohkan kehidupan ini layaknya putri malu, mungkin di Negara ini jauh dari fakta lapangan yang mengatakan bahwa "perempuan nakal" dan merekapun seakan malu ketika aurat mereka terombang - ambing serta zina pun akan mereka jauhi. Tentunya, jika mereka layaknya putri malu mungkin kata - kata hina seperti ""cabe-cabean" tak akan mungkin tercipta.
       Semoga kaum hawa pun di dunia ini dapat seperti bunga putri malu itu. Semoga para kaum hawa termasuk saya dapat menyadari bahwa, "jangan sampai akhlak tumbuhan lebih baik dibanding manusia"! Amiinn

0 komentar: