Jumat, 27 Februari 2015

Memandang Kesuksesan Melalui Sumbu "x,y" (Matematika)

Nur Haeni Yunus

       Pada pembelajaran matematika sewaktu SD, SMP, SMA maupun perkuliahan, dikenalkan dengan sumbu "x,y" yang mana angka 0 (nol) sebagai titik pusat atau konstantanya. Pada sumbu "x,y" tersebut itupun memiliki angka negatif yang dibatasi oleh 0 (nol). Dapat digambarkan sumbu tersebut sebagai berikut :
Asumsikan:
       Pada sumbu diatas, dapat dilihat teori permisalan, yaitu dimisalkan pada sumbu "y" hingga kebawah ditaruh diri manusia yang sekarang ini menyibukkan diri untuk kesuksesan dan kebahagiaan. Pada samping kiri sumbu "y" merupakan angka negatif yang mana dimisalkan masa lalu manusia. Pada samping kanan sumbu "y" merupakan angka positif yang dimisalkan masa depan manusia. Dari sini dapat diambil suatu pernyataan yang mana ketika seseorang entah muda maupun tua ditanya mengenai pencapaian (kesuksesan) hidup mereka, rata - rata masih bingung memikirkan apakah untuk saat ini mereka sudah sukses atau belum?. Dari gambar sumbu "x,y" dan yang telah dimisalkan, saat ini sebenarnya manusia telah SUKSES untuk dan dalam hal keinginan pencapaian dimasa lalu. Sehingga, manusia hidup sekarang, hari ini, dan detik ini sudah dapat dikatakan sukses dengan pencapaian dari masa lalu. Namun, semuda apapun, setua apapun diri ini, manusia belum dapat sukses dengan pencapaian atau keinginan dimasa depan karena, pencapaian tersebut itupun semakin meningkat seiring berjalannya waktu hingga diri ini telah dipanggil Sang Maha Pencipta.
      Sehingga, dapat disimpulkan bahwa manusia hari ini telah sukses atas keinginan dari masa lalu namun, manusia belum sukses atas keinginan masa depan.

Contoh:
            Sinta sekarang berumur 23 tahun dan bekerja sebagai guru TK. Ketika Sinta duduk dibangku SMP dan SMA banyak keinginan yang Sinta ingin capai. Salah satunya kuliah dijurusan Matematika (sumbu "x" negatif). Setelah lulus SMA akhirnya Sinta diterima sebagai mahasiswi jurusan matematika. Dengan umur yang sekarang, Sinta telah menjadi orang sukses dimana dia telah lulus dan telah menjadi sarjana matematika (angka "0" nol) namun, diumur yang sekarang ini Sinta ingin agar segera menaikkan haji orang tuanya (sumbu "y" positif). Hal inilah yang dikatakan pencapaiaan masa depan yang diumur sekarang belum tercapai (belum dikatakan sukses "sumbu "). 

Kamis, 26 Februari 2015

Melangkah Sepertimu

 
        Ada kebahagiaan di pagi itu, bahagia yah bahagia namanya. Sepotong kertas bertuliskan nama dari negara orang cukup menghadirkan yang namanya bahagia. Mungkin bagi orang lain ini terlalu norak, terlalu biasa tapi, justru apa yang dianggap orang itu biasa ku menganggapnya luar biasa karena kadang apa yang terlihat kecil suatu saat dimasa depan itu akan terlihat jelas. Setidaknya kiriman dari mbak asma ini yang sedang menjalani PKL mengubah pagiku, mengubah hariku. Hariku yang penuh dengan angan - angan dan cita - cita di logika dan kalbu semakin bertambah memenuhi ruang yang terjangkau oleh langkah kaki kanan kiri. Memulai memulai, bangkit dan bangkit, bangun bangun.... Itulah sekarang yang terdapat dikafilah pemikiran agar kubisa melangkah lebih cepat lagi. Melangkah yah melangkah, ku akan terus melangkah namun tetap memperhatikan apa yang ada disekitar karena sensitifitas akan selalu berada diraga. 
     Ku tak tahu apakah yang Menciptakan akan selalu meRidhoi setiap angan dan langkah ini tapi, keyakinan, kepercayaan, dan semangat akan selalu memenuhi ruang tubuh ini karena Dia Hidup, Dia Hadir, Dia Melihat, dan Dia Merasakan apa yang terjadi pada raga dan tubuh ini.
       Ku ingin yah kuingin melangkah dengan keRidhoanmu, ku ingin mengelilingi setiap ruang dan waktu yang ciptakan. Berikanku kesempatan :)

Rabu, 25 Februari 2015

Bait yang telah menjadi melodi



Teringat semua akan kebahagiaan yg engkau beri
Engkau hanya ingin melihat ku bahagia
Tanpa ada kekecewaan yg terlihat diwajah ini
Semua yang kuinginkan engkau berusaha mewujudkannya
Tanpa melihat dan merasakan kerasnya hidup ini
            Mama bapak terima kasih karena telah menjadikanku
            Menjadi anak yang seperti ini walaupun terkadang
            Kalian ku kecewakan dengan sikap dan tingkah lakuku yang tak wajar
            Mama akan kujalani hidup yang telah Tuhan berikan
            Dan tak akan pernah ku kecewakanmu.
Tempat yang berbeda tak akan membuatku goyah
Untuk melihatmu tersenyum karena do’a restumu
Ku bisa melangkah sejauh ini
Do’a kita bersama, inilah yang akan selalu menyatukan kita
I LOVE YOU MOM
            Bapak, meski dirimu lebih duluan telah dipanggil oleh Sang Pencipta,
            Itu bukanlah penghalang untukku mencintaimu….
Mama Bapak Terimakasih
Mama Bapak U Hibbuka
Mama Bapak We Love You Forever

Radio

Dibawah langit yang sejuk
Aku mendengar suara penyemangatku
Setiap ku melihat keatas
Ada dunia indah menyejukkan hati
Seakan membuatku semangat lagi
Alunan musik yang kudengar ini obat dari kelelahanku
Semoga kelelahanku ini diridhoiNya
*Aminn

Canda Tawa + Kesederhanaan = Bahagia

Menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain, itulah salah satu cita - cita yang harus kita tanamkan sebagai manusia berakal. Berbagi dengan mereka memberikan kepuasaan tersendiri. Ku mulai menyadari makna dari kesederhanaan dan canda tawa yang tulus.

Terfikirkanku dimalam hari

Bukan, bukan penjelajahan fatamorgana yang kuinginkan
Bukan, bukan kesenangan sesaat yang kuinginkan
Bukan, bukan keangkuhan dan kesombongan yang kuinginkan
Bukan, bukan ke5 indera titipan ini yang mudah tergoyah waktu kuinginkan
Cukup,cukup pengertian dan pengetahuan saja yang ingin kuciptakan melalui teorema sehingga kutau ruang denting yang engKau ciptakan.