Nur Haeni Yunus
Pada pembelajaran matematika sewaktu SD, SMP, SMA maupun perkuliahan, dikenalkan dengan sumbu "x,y" yang mana angka 0 (nol) sebagai titik pusat atau konstantanya. Pada sumbu "x,y" tersebut itupun memiliki angka negatif yang dibatasi oleh 0 (nol). Dapat digambarkan sumbu tersebut sebagai berikut :
Pada pembelajaran matematika sewaktu SD, SMP, SMA maupun perkuliahan, dikenalkan dengan sumbu "x,y" yang mana angka 0 (nol) sebagai titik pusat atau konstantanya. Pada sumbu "x,y" tersebut itupun memiliki angka negatif yang dibatasi oleh 0 (nol). Dapat digambarkan sumbu tersebut sebagai berikut :
Asumsikan:
Pada sumbu diatas, dapat dilihat teori permisalan, yaitu dimisalkan pada sumbu "y" hingga kebawah ditaruh diri manusia yang sekarang ini menyibukkan diri untuk kesuksesan dan kebahagiaan. Pada samping kiri sumbu "y" merupakan angka negatif yang mana dimisalkan masa lalu manusia. Pada samping kanan sumbu "y" merupakan angka positif yang dimisalkan masa depan manusia. Dari sini dapat diambil suatu pernyataan yang mana ketika seseorang entah muda maupun tua ditanya mengenai pencapaian (kesuksesan) hidup mereka, rata - rata masih bingung memikirkan apakah untuk saat ini mereka sudah sukses atau belum?. Dari gambar sumbu "x,y" dan yang telah dimisalkan, saat ini sebenarnya manusia telah SUKSES untuk dan dalam hal keinginan pencapaian dimasa lalu. Sehingga, manusia hidup sekarang, hari ini, dan detik ini sudah dapat dikatakan sukses dengan pencapaian dari masa lalu. Namun, semuda apapun, setua apapun diri ini, manusia belum dapat sukses dengan pencapaian atau keinginan dimasa depan karena, pencapaian tersebut itupun semakin meningkat seiring berjalannya waktu hingga diri ini telah dipanggil Sang Maha Pencipta.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa manusia hari ini telah sukses atas keinginan dari masa lalu namun, manusia belum sukses atas keinginan masa depan.
Contoh:
Sinta sekarang berumur 23 tahun dan bekerja sebagai guru TK. Ketika Sinta duduk dibangku SMP dan SMA banyak keinginan yang Sinta ingin capai. Salah satunya kuliah dijurusan Matematika (sumbu "x" negatif). Setelah lulus SMA akhirnya Sinta diterima sebagai mahasiswi jurusan matematika. Dengan umur yang sekarang, Sinta telah menjadi orang sukses dimana dia telah lulus dan telah menjadi sarjana matematika (angka "0" nol) namun, diumur yang sekarang ini Sinta ingin agar segera menaikkan haji orang tuanya (sumbu "y" positif). Hal inilah yang dikatakan pencapaiaan masa depan yang diumur sekarang belum tercapai (belum dikatakan sukses "sumbu ").



Memandang Kesuksesan Melalui Sumbu "x,y" (Matematika)