Kini anak kecil cerewet nan manja itu merasakan hebatnya kerinduan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Yah, dia merindukan hangatnya perhatian dan nasehat keluarga ketika ingin memulai aktivitasnya dan ketika malam tiba dia ingin mencurahkan keluh kesahnya bersamaan dengan diberikannya tatapan dan pelukan kasih sayang orang tua pada anak yang selalu mereka anggap manja nan cerewet itu.
Karena dia sudah begitu lama terbiasa dengan pengambilan keputusan atas dorongan keluarga. Dia tak memikirkan apakah nantinya itu sulit atau mudah, dia tetap berjalan atas keyakinan dan pengambilan hikmah disetiap langkah anak kecil nan manja itu. Dia hanya terus berjalan tanpa memikirkan apapun karena, ada seorang ibu yang siap memberinya kecupan dan pelukan serta siap memberikan ketulusan.
Karena ada orang tua yang ketika pagi dan malam datang, dia masuk ke kamar anak kecil itu untuk melihat, bertanya bagaimana dan mengapa lalu memeluk anak kecil itu. Bahkan hingga tumbuh ke umur yang dikatakan dewasa itu, anak itu masih saja mendapatkan kecupan dan pelukan yang mungkin orang lain katakan aneh tapi orang tua dan anak kecil itu telah membuatnya menjadi kebiasaan.
Dan kini anak kecil nan manja itu sedang berjuang, yah sedang berjuang tuk bangun dan mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Walau kadang ditengah perjalanan, kadang dia meneteskan air mata menghadapi dunia yang begitu kejam. Dia tetap berusaha, berusaha, dan berusaha meneruskan perjalanannya atas tuntunan Sang PenciptaNya karena, dia akan tetap dan selalu menaruh keyakinan dan keimanan dihatinya. Semoga hingga waktunya tiba, anak kecil nan manja itu dapat melihat dan berdiri tegak melihat perjuangan mimpi besarnya. Ammiinn Ya Rabbal A'lamin..
Pagi Itu? Tercipta Kerinduan! "170315"